Trachypithecus auratus

08 Januari 2025
User Image Gambar 08 Januari 2025
user-avatar
Taksonomi

Kingdom (Animalia)

Phylum (Chordata)

Class (Mamalia)

Ordo (Primates)

Family (Cercopithecidae)

Genus (Trachypithecus )

Spesies (Trachypithecus auratus)

Catatan

Catatan

    Lutung budeng (Trachypithecus auratus) adalah sejenis lutung yang rambutnya berwarna hitam legam. Monyet anggota suku Cercopithecidae ini menyebar terbatas endemik di Indinesia bagian barat.

Ciri-ciri morfologi:

      Lutung budeng memiliki ciri khas yang membedakannya dari primata lain. Lutung budeng mempunyai susunan warna utama abu-abu, gelap, warna coklat atau hitam. Anak lutung budeng khususnya di Benua Asia berwarna abu-abu atau warna coklat, pada umumnya berwarna terang. Warna pada Lutung budeng dewasa akan berubah warna menjadi lebih gelap dan sebagian jenis mempunyai berbagai tanda kekuning-kuningan atau putih pada jambul kepala, bahu, atau lengan dan kaki. Lutung budeng di Vietnam, mempunyai jambul panjang di atas kepala dan pinggiran kening yang lebar. 

  Lutung budeng sebagian besar mempunyai warna hitam dan yang lain berwarna coklat kemerahan. Kulit wajah berwarna kebiru-biruan berbadan langsing dan berekor panjang, yang sering digunakan untuk menjaga keseimbangan saat melompat dari cabang ke cabang. Wajahnya berukuran pendek dan lebar, berwarna hitam abu-abu, tampak keriput, tulang pipi wajah melengkung.  dengan hidung yang agak pesek dan mata yang besar, juga menjadi ciri khas lutung budeng. 

    Lutung budeng mempunyai ukuran tubuh sekitar 55 cm dengan panjang ekor hampir dua kali lipat panjang tubuhnya mencapai 80 cm. Berat tubuhnya sekitar 6 kg. Lutung berukuran sedang, dengan panjang kepala dan tubuh antara 46-75 cm. Lutung budeng memiliki rambut tubuh berwarna hitam. Warna rambut Lutung budeng berwarna lebih terang dan berjambul, seiring dengan perkembangan usia menjadi lebih gelap, dan wilayah telapak tangan dan kaki menjadi pucat sampai hitam kelam. Terdapat dua tipe rambut Trachypithecus auratus, yaitu tipe melanik (rambut hitam), dan tipe erythristic (rambut kuning). 

      Tipe melanik banyak ditemui di daerah persebarannya yaitu Jawa, Bangka, Belitung, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Bali dan Lombok, mempunyai warna hitam mengkilap memanjang pada lengan atas, kaki, kepala, panggul, dan kadang-kadang punggung. Tipe rambut yang kedua adalah jenis yang berwarna kuning, namun jarang ditemukan kecuali di daerah tertentu, warna kuning akan menjadi kekuning-kuningan pada bagian rambut di sekitar telinga dan ventrum. Sisi yang ada di belakang rambut mempunyai sedikit warna, kulit wajah, telapak tangan dan tapak kaki berwarna hitam.

Habitat:

   Lutung budeng, primata endemik Indonesia yang dikenal dengan bulunya yang hitam pekat, memiliki habitat yang cukup beragam. Mereka dapat ditemukan di berbagai tipe hutan, mulai dari hutan dataran rendah, hutan perbukitan, hutan gugur dan hutan pegunungan hingga ketinggian 3.000-3.500 mdpl.

    Hutan-hutan primer dengan kanopi yang rapat menjadi tempat tinggal favorit mereka, karena menyediakan banyak sumber makanan seperti daun, buah-buahan, dan bunga. Selain itu, keberadaan pohon-pohon besar yang kokoh juga penting bagi lutung budeng untuk berayun dan berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya.


Peranan:

         Lutung budeng memiliki peran yang krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. peranan pentingnya di alam adalah memberikan manfaat dalam kelestarian hutan, karena biji buah yang dimakan oleh lutung budeng akan dikeluarkan dalam bentuk kotoran yang kemudian akan tumbuh dan ikut membantu dalam regenerasi hutan. Proses ini dikenal sebagai penyebaran biji.

     Biji yang tersebar melalui kotoran lutung budeng memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi tanaman baru karena sudah dilengkapi dengan pupuk alami. Penyebaran biji oleh lutung budeng membantu memperluas distribusi berbagai jenis tumbuhan, sehingga meningkatkan keanekaragaman hayati hutan. Selain itu juga, mempercepat proses suksesi, suksesi adalah proses perubahan ekosistem dari kondisi yang sederhana menjadi lebih kompleks. Lutung budeng berperan dalam mempercepat proses suksesi hutan dengan membantu penyebaran biji tumbuhan pionir, yaitu tumbuhan yang pertama kali tumbuh di suatu area.

     Selain sebagai penyebar biji, lutung budeng juga memiliki peran lain, Sebagai indikator kesehatan ekosistem yaitu, Populasi lutung budeng yang sehat menunjukkan bahwa ekosistem hutan tempat mereka hidup juga dalam kondisi baik. Dan juga Sebagai pengendali populasi serangga, Lutung budeng juga memakan serangga, sehingga membantu mengendalikan populasi serangga herbivora yang dapat merusak tanaman.

Persebaran:

     Lutung budeng (Trachypithecus auratus) tersebar di Pulau Jawa, Bali, Lombok, dan beberapa wilayah di Sumatera, Kalimantan, Bangka, Belitung, dan Kepulauan Riau. Lutung budeng dibagi menjadi dua subspesies, yaitu: Lutung budeng timur, tersebar di Jawa Barat bagian timur, Jawa Timur, Pulau Sempu, Nusa Barung, Bali, dan Lombok. Dan Lutung budeng barat, tersebar di Banten, Ujung Kulon, Jasinga, Bogor, Cisalak, Jakarta, Palabuhanratu, dan Cikaso.

Status Konservasi:

     Lutung budeng (Trachypithecus auratus) saat ini dikategorikan sebagai Rentan (Vulnerable). Menurut IUCN status lutung budeng dimasukan ke dalam status konservasi Vulnerable (VU) atau rentan yaitu status konservasi yang diberikan kepada spesies yang sedang menghadapi resiko kepunahan di alam liar pada waktu yang akan datang. CITES memasukan lutung jawa ke dalam Apendiks II yaitu daftar spesies yang tidak terancam kepunahan, tapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan.

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Lutung_budeng


Klik untuk melihat peta