a) Ciri-ciri
Morfologi
Panjang tubuh Tapir Asia hanya sekitar 1,8
meter, tetapi ada beberapa individu yang tubuhnya mencapai 2,4 meter. Sedangkan
tinggi tubuhnya jika dihitung dari telapak kaki sampai punggung berkisar antara
90 cm sampai 107 cm. Meski bertubuh lebih kecil namun kenyataannya berat badan
Tapir Asia cukup berat, karena bisa mencapai 250 kg hingga 320 kg.Ukuran tubuh
tapir betina cenderung lebih besar jika dibandingkan dengan tubuh pejantan.
Meski begitu ciri fisik antara keduanya tetap sama, yakni bertubuh gemuk,
berotot serta memiliki ekor pendek. Kaki depan satwa ini mempunyai empat kuku,
sedangkan kaki belakangnya hanya memiliki tiga kuku.
Moncong atau belalai pada tapir adalah bagian
paling unik dan sekaligus menjadi ciri khas binatang herbivora ini. Moncong
tersebut cukup panjang namun tak sepanjang belalai gajah. Biasanya tapir akan
merapatkan moncongnya di tanah saat berjalan. Selain itu moncongnya juga sangat
elastis dan lentur sehingga mudah untuk digerakkan.
Selain moncong yang khas, warna tubuhnya juga
cukup menarik karena di bagian bahu sampai pantatnya memiliki warna terang
antara putih hingga abu-abu menyerupai pelana. Sedangkan bagian tubuh lainnya
berwarna hitam, kecuali ujung telinga yang juga memiliki warna putih. Kombinasi
warna ini memudahkan tapir untuk melakukan kamuflase di hutan.
b) Habitat
Tapir menyukai hidup di dekat sumber air
seperti aliran sungai yang juga didukung dengan keberadaan pepohonan sebagai
sumber makanannya. Oleh sebab itu wilayah hutan menjadi tempat hidup atau
habitat alami dari satwa satu ini. Habitat utama untuk spesies Tapirus indicus
adalah hutan di kawasan Asia.
Kawasan hutan hujan tropis yang umumnya
terdapat di kawasan Asia Tenggara adalah habitat hidup paling efektif dan baik
untuk populasi tapir. Di Pulau Sumatera
tapir terlihat kerap melintas di sepanjang wilayah hutan dataran rendah, akan
tetapi ada juga yang hidup di dataran tinggi pada ketinggian 2.000 meter di
atas permukaan laut.
c) Peranan
Tapir berperan dalam meningkatkan jumlah
makanan bagi spesies lain. Tapir juga disebut sebagai satwa pemencar biji,
karenanya kebiasaan makan tersebut memberi peran besar terhadap
regenerasi hutan.
d) Persebaran
(Sumber: Traeholt, C. 2014)
Tapirus indicus saat ini
hanya dijumpai di kawasan Asia Tenggara. Wilayah yang menjadi habitatnya adalah
hutan Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaysia, sampai Indonesia. Di Indonesia
sendiri tapir hanya dijumpai di wilayah Sumatera sepanjang Danau Toba hingga
Provinsi Lampung.
e) Status
Konservasi
Status tapir, menurut International
Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkannya dalam kategori endangered atau
memiliki risiko kepunahan yang sangat tinggi. Status dalam daftar
merah IUCN juga berarti spesies ini berpeluang punah > 20 persen dalam kurun
waktu 20 tahun.
Member