Symphalangus syndactylus

07 Januari 2024
User Image Gambar 07 Januari 2024
user-avatar
Taksonomi

Kingdom (Animalia)

Phylum (Chordata)

Class (Mamalia)

Ordo (Primates)

Family (Hylobatidae)

Genus (Symphalangus)

Spesies (Symphalangus syndactylus)

Catatan

Catatan

a)  Ciri-ciri Morfologi

Siamang jenis owa raksasa. Ukuran tubuhnya dapat mencapai 1 m dengan berat 14 kg, dua kali ukuran tubuh dari jenis owa lainnya, meski masih tetap lebih kecil dari ukuran kera besar lain seperti orangutan dan simpanse.

Tubuh siamang mirip seperti kera pada umumnya, namun dengan ukuran lebih besar serta tidak memilki ekor. Wajahnya besar dengan hidung yang kecil, bermoncong pendek dan diatas bibirnya tumbuh kumis tipis. Siamang memiliki organ khas yakni adanya kantung pada tenggorokan yang disebut kantung gular. Kantung di tenggorokan tersebut dapat membesar hingga seukuran bola.

Lengan siamang bentuknya ramping dan panjang. Panjang tangganya mencapai 2,3 hingga 2,6 kali panjang tubuhnya. Lengan panjang tersebut memudahkan dalam bergerak dari satu pohon ke pohon lain secara cepat. Jumlah jarinya seperti jari manusia, yaitu 5 dengan 1 ibu jari berlawanan arah dan 4 jari lain tumbuh memanjang. Meski berjumlah sama, namun panjang jari tangan siamang lebih panjang dibanding jari manusia. Selain untuk bergelantung di ranting pohon, tangannya juga digunakan untuk menangkap dan menggenggam.

Ukuran kaki owa siamang lebih pendek dibanding tangannya. Kakinya berguna untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cara berjalan. Fungsi kaki tersebut sesuai dengan nama ilmiahnya, yaitu Symphalangus yang berasal dari bahasa Yunani. “sum” dan “phalanx” berarti “bersama” dan “jari”.

b)  Habitat

Siamang merupakan hewan arboreal, yaitu sebagian waktunya dihabiskan berada di kanopi pohon bagian tengah ke atas. Hewan ini tidak mempunyai kemampuan berenang sehingga cenderung mengindari air.

Siamang tersebar di habitat hutan tropis Asia Tenggara, Semenanjung Malaysia, Indonesia dan kawasan selatan Semenanjung Thailand. Umumnya hewan ini hidup di daerah dataran rendah, hutan pegunungan, hutan hujan dipterokarpa atas dan area perbukitan.

c)  Peranan

Keberadaan siamang memiliki peranan penting dalam ekosistem hutan, selain membantu proses pertumbuhan tanaman (regenerasi dan suksesi hutan) dengan memakan daun dan buah juga sebagai polinator dan penyebar biji tumbuh-tumbuhan, sehingga pada umumnya satwa primata ini memiliki peran sebagai spesies kunci (key species) dalam sebuah ekosistem (Cowlishaw dan Dunbar 2000).

d)  Persebaran



(Sumber: Kwuatrina, T., R. 2013)

 

Siamang (Symphalangus syndactylusRaffles, 1821) merupakan satwa primata yang di Indonesia hanya dapat dijumpai di Pulau Sumatera

e)  Status Konservasi

Siamang terdaftar sebagai satwa terancam punah (endangered) oleh IUCN Red List. Hal ini disebabkan karena banyaknya penangkapan siamang yang dijadikan pasaran penjualan hewan pemeliharaan.

Klik untuk melihat peta