Kingdom (Animalia)
Phylum (Chordata)
Class (Mamalia)
Ordo (Primates)
Family (Hylobatidae)
Genus (Symphalangus)
Spesies (Symphalangus syndactylus)
Catatan
Siamang
jenis owa raksasa. Ukuran tubuhnya dapat mencapai 1 m dengan berat 14 kg, dua
kali ukuran tubuh dari jenis owa lainnya, meski masih tetap lebih kecil dari
ukuran kera besar lain seperti orangutan dan simpanse.
Tubuh
siamang mirip seperti kera pada umumnya, namun dengan ukuran lebih besar serta
tidak memilki ekor. Wajahnya besar dengan hidung yang kecil, bermoncong pendek
dan diatas bibirnya tumbuh kumis tipis. Siamang memiliki organ khas yakni
adanya kantung pada tenggorokan yang disebut kantung gular. Kantung di
tenggorokan tersebut dapat membesar hingga seukuran bola.
Lengan
siamang bentuknya ramping dan panjang. Panjang tangganya mencapai 2,3 hingga
2,6 kali panjang tubuhnya. Lengan panjang tersebut memudahkan dalam bergerak
dari satu pohon ke pohon lain secara cepat. Jumlah jarinya seperti jari
manusia, yaitu 5 dengan 1 ibu jari berlawanan arah dan 4 jari lain tumbuh
memanjang. Meski berjumlah sama, namun panjang jari tangan siamang lebih
panjang dibanding jari manusia. Selain untuk bergelantung di ranting pohon,
tangannya juga digunakan untuk menangkap dan menggenggam.
Ukuran kaki
owa siamang lebih pendek dibanding tangannya. Kakinya berguna untuk berpindah
dari satu tempat ke tempat lain dengan cara berjalan. Fungsi kaki tersebut
sesuai dengan nama ilmiahnya, yaitu Symphalangus yang berasal dari bahasa
Yunani. “sum” dan “phalanx” berarti “bersama” dan “jari”.
b) Habitat
Siamang
merupakan hewan arboreal, yaitu sebagian waktunya dihabiskan berada di kanopi
pohon bagian tengah ke atas. Hewan ini tidak mempunyai kemampuan berenang
sehingga cenderung mengindari air.
Siamang
tersebar di habitat hutan tropis Asia Tenggara, Semenanjung Malaysia, Indonesia
dan kawasan selatan Semenanjung Thailand. Umumnya hewan ini hidup di daerah
dataran rendah, hutan pegunungan, hutan hujan dipterokarpa atas dan area
perbukitan.
c) Peranan
Keberadaan
siamang memiliki peranan penting dalam ekosistem hutan, selain membantu proses
pertumbuhan tanaman (regenerasi dan suksesi hutan) dengan memakan daun dan buah
juga sebagai polinator dan penyebar biji tumbuh-tumbuhan, sehingga pada umumnya
satwa primata ini memiliki peran sebagai spesies kunci (key species) dalam
sebuah ekosistem (Cowlishaw dan Dunbar 2000).
d) Persebaran
(Sumber: Kwuatrina, T., R. 2013)
Siamang
(Symphalangus syndactylusRaffles, 1821) merupakan satwa primata yang di
Indonesia hanya dapat dijumpai di Pulau Sumatera
e) Status
Konservasi
Siamang terdaftar sebagai satwa terancam punah (endangered) oleh IUCN Red List. Hal ini disebabkan karena banyaknya penangkapan siamang yang dijadikan pasaran penjualan hewan pemeliharaan.
Rima Wijayanti
Member