a) Ciri-ciri
Morfologi
Kucing kuwuk berukuran seperti kucing domestik
lainnya, tetapi kucing ini memiliki ciri khas pada corak warna bulunya, yakni
seperti macan tutul. Kucing kuwuk memiliki tubuh ramping dengan kaki yang
panjang dan selaput yang jelas antar ruas jari. Kucing ini memiliki ukuran
tubuh antara 30-66 cm dan berat mencapai 3 kg.
Kucing kuwuk memiliki kepala yang kecil
ditandai dengan adanya dua garis-garis menonjol dan moncong putih yang pendek
dan sempit. Bagian belakang telinga kucing kuwuk agak panjang, bulat, hitam dan
terdapat garis putih di bagian tengahnya. Tubuh dan bagian tungkai kucing kuwuk
ditandai dengan adanya bintik-bintik hitam dengan ukuran dan
warna yang berbeda.
b) Habitat
Kucing kuwuk dapat ditemukan di kawasan
agrikultural yang digunakan lebih memilih habitat hutan. Mereka hidup di hutan
hujan tropis abadi dan perkebunan di atas permukaan laut,
di hutan peluruh subtropis dan hutan konifer
beriklim sedang di kaki bukit Himalaya pada ketinggian di atas 1.000 m
(3.300 ft).
c) Peranan
Kucing kuwuk, memainkan peran penting secara
ekologis, yaitu sebagai predator. Kucing kuwuk di habitat alam berperan
memegang kendali bagi populasi dan perilaku satwa lainnya, yaitu mengontrol
jumlah populasi satwa mangsanya. Kondisi inilah yang selanjutnya akan
mempengaruhi vegetasi dan ekosistem secara keseluruhan.
d) Persebaran
(Sumber: Ghimirey, Y. 2021)
Kucing kuwuk adalah kucing kecil Asia yang memiliki distribusi yang paling
luas. Persebaran mereka meluas dari wilayah Amur di Timur Jauh Rusia sampai
ke Semenanjung Korea, China, Indochina, Subkontinen India, ke barat di utara Pakistan, dan ke selatan di Filipina dan Kepulauan Sunda di Indonesia.
e) Status
Konservasi
Kucing kuwuk terdaftar dalam
spesies resiko rendah (Least Concern) oleh IUCN (International
Union for Conservation of Nature) sebab ia terdistribusi secara luas,
tetapi terancam oleh hilangnya habitat dan perburuan di beberapa bagian
persebaran.
Member