a) Ciri-ciri
Morfologi
Singa jantan memiliki ukuran yang jauh lebih
besar bila dibandingkan dengan singa betina. Singa jantan memiliki ukuran 1,7
hingga 2,5 meter sedangkan singa betina berukuran 1,4 hingga 1,7 meter. Singa
jantan dewasa biasanya memiliki surai rambut yang lebat di sekitar lehernya.
Warna, ukuran, dan kelimpahan surai bervariasi antara individu.
Singa memiliki tigas jenis gigi yaitu gigi
seri, gigi kecil, dan gigi depan mulut. Fungsi gigi singa untuk mencengkeram
dan merobek daging. Lalu, ada gigi taring, gigi ini terbesar dan panjangnya
bisa mencapai 7 cm, digunakan untuk merobek kulit dan daging. Terakhir ada gigi
geraham yang ada di belakang, gigi ini bukan lagi untuk merobek, melainkan
untuk memotong daging.
Singa mempunyai lima jari di kaki depan dan
empat jari di kaki belakang. Selain itu, cakar singa juga seperti kucing yang
bisa disembunyikan dan ditarik ke luar untuk mencengkeram. Cakar singa bahkan
bisa tumbuh sepanjang 3,8 Centimeter dengan kuat dan tajam.
b) Habitat
Singa habitatnya di sabana,
semak-belukar, dan padang rumput. Hewan ini tergolong noktural, dalam sehari 20
jam berbaring di bebatuan atau di bawah pohon yang teduh. Setiap kelompok
terdiri atas jantan 1-6 ekor, betina 4-15 ekor. Wilayah kekuasaan satu kelompok
antara 20-400 km2. Jika makanan habis, singa betina 1 hari penuh mencari
makanan/meluaskan wilayah kekuasaan. Pekerjaan jantan adalah melindungi betina
dari jantan kelompok lain atau menjaga wilayah kekuasaan.
c) Peranan
Singa sering disebut "Raja Hutan",
dan meskipun mereka tidak benar-benar hidup di hutan, mereka adalah predator
teratas di habitat mereka. Ini berarti singa membantu menstabilkan populasi
herbivora seperti kerbau, impala, dan zebra. Mereka juga memberi makan anggota
kawanan terlemah, membantu menjaga populasi mangsanya agar kuat dan sehat.
Tanpa singa, para herbivora akan bertambah populasinya dan akan terlalu banyak
menghabiskan dedaunan alami yang mana dapat merusak keseimbangan
ekosistem.
d) Persebaran
(Sumber: Nicholson, S. 2023)
Singa hidup di seluruh Afrika, Eropa, Timur Tengah dan
anak benua India. Tetapi
sekarang habitatnya hanya di sebagian kecil anak benua India dan Afrika. Itu
terjadi karena perburuan liar yang ingin mengambil kulit badannya.
e) Status
Konservasi
Menurut IUCN (International Union for
Conservation of Nature) termasuk dalam kategori Vulnerable,VU (Rentan).
Sedangkan, menurut CITES (Convention on International Trade in Endangered
Species of Wild Fauna and Flora) dalam status Appendix II (termasuk dalam
daftar spesies yang tidak selalu terancam kepunahannya, akan tetapi harus
dikontrol untuk menghindari pemanfaatan yang membahayakan kelangsungan
hidupnya.)
Member