Hystrix javanica

08 Januari 2025
User Image Gambar 08 Januari 2025
user-avatar
Taksonomi

Kingdom (Animalia)

Phylum (Chordata)

Class (Mamalia)

Ordo (Rodentia)

Family (Hystricidae)

Genus (Hystrix)

Spesies (Hystrix javanica)

Catatan

Catatan

Landak Jawa (Hystrix javanica) adalah jenis hewan pengerat dari suku Hystricidae yang merupakan hewan endemik dari Indonesia. 


Ciri-Ciri:

      Tubuh landak Jawa berukuran sekitar 40-60 cm dan berat tubuh biasanya berkisar antara 5-10 kg. Tubuhnya diselimuti rambut halus (seperti rambut pada mamalia lain), rambut peraba, dan duri. Rambut halus dan duri terdapat diseluruh bagian tubuh landak, kecuali pada bagian hidung, mulut, daun telinga, dan telapak kaki. Fungsi rambut halus adalah sebagai pelindung dari cuaca panas maupun dingin, mengatur proses homeostatis, dan sebagai reseptor sensoris. Rambut peraba berwarna hitam dan putih terdapat di bawah hidung dan di sekitar pipi landak. Rambut peraba merupakan rambut khusus yang tubuh dari folikel hipodermis, dimana folikel tersebut dikelilingi oleh saraf yang responsif terhadap rangsangan mekanik seperti sentuhan atau gerakan.

      Pada bagian kepala, tubuh dan ekor ditutupi oleh duri yang tebal dan kaku yang panjangnya dapat mencapai 20 cm. Duri tersebut berwarna kecoklatan atau kehitaman, sering kali terdapat band putih pada duri landak yang membuatnya mudah dikenali. Setiap duri yang ada pada tubuh landak tertanam di dalam kulit. Duri melekat pada otot yang berfungsi sebagai penarik duri tersebut ke atas (penegang) ketika ada ancaman yang mendekat.

      Kepala landak Jawa berbentuk kecil dengan moncong agak panjang. memiliki hidung yang sensitif terhadap bau. Telinganya kecil dan bulat serta mata yang relatif kecil dibandingkan ukuran tubuhnya. Kakinya pendek dan kuat, dilengkapi dengan cakar untuk menggali tanah. Memiliki lima jari pada kaki depannya. Ekor landak Jawa pendek dan hampir tidak mencolok. Bagian atas tubuh landak Jawa (yang ditutupi duri) biasanya berwarna gelap seperti coklat tua atau hitam, dan bagian perutnya berwarna lebih terang. 

      Landak Jawa adalah hewan nokturnal yang aktif di malam hari dan sering ditemukan di area hutan, ladang, atau dekat perkampungan. Mereka memakan berbagai jenis tumbuhan, akar, dan buah-buahan.

 

Habitat:

      Landak Jawa memiliki habitat yang cukup beragam. Seperti hutan hujan tropis, hutan pegunungan, dan area semi-terbuka. Spesies ini lebih suka lingkungan dengan vegetasi yang lebat dan dekat dengan sumber air. 

      Habitat yang ideal bagi landak Jawa adalah tempat dengan sedikit gangguan manusia. meskipun mereka juga mampu beradaptasi dengan lingkungan yang dekat dengan pemukiman. Namun, perambahan hutan dan perubahan lahan sering kali menjadi ancaman bagi keberadaan mereka.

 

Peranan:

      Landak Jawa (Hystrix javanica) memiliki peranan penting dalam ekosistem dan kehidupan manusia. Dalam ekosistem, mereka berfungsi sebagai pengendali pertumbuhan tumbuhan dengan memakan berbagai jenis tanaman, akar, dan buah-buahan. Selain itu, landak Jawa juga membantu proses penyebaran biji melalui kotorannya, yang mendukung regenerasi hutan. Aktivitas menggali tanah yang mereka lakukan membantu menggemburkan tanah, meningkatkan aerasi, dan menjaga kesuburan ekosistem.

      Sebagai bagian dari rantai makanan, landak Jawa menjadi sumber makanan bagi predator alami seperti harimau, macan tutul, dan burung pemangsa, meskipun duri tajam mereka memberikan perlindungan yang efektif. Liang yang mereka gali sering dimanfaatkan oleh hewan kecil lainnya sebagai tempat berlindung setelah ditinggalkan.

      Bagi manusia, landak Jawa memiliki beberapa manfaat, seperti kotorannya yang dapat digunakan sebagai pupuk alami untuk penyuburan tanah. Duri mereka juga kadang dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan atau dekorasi, meskipun hal ini harus dilakukan dengan bijak untuk mencegah eksploitasi. Dalam beberapa budaya lokal, landak Jawa memiliki nilai tradisional, baik sebagai sumber makanan secara terbatas maupun dalam praktik kepercayaan tertentu.

 

Persebaran:

Persebaran landak Jawa mencakup wilayah Pulau Jawa, Lombok, Flores, Bali, dan Sulawesi.

 

Status Konservasi:

Status konservasi landak Jawa (Hystrix javanica) menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) adalah "Least Concern" (LC) atau risiko rendah punah. Meskipun statusnya menunjukkan bahwa populasinya secara global tidak berada dalam ancaman serius saat ini.

 

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Landak_jawa

Klik untuk melihat peta