Kingdom (Animalia)
Phylum (Chordata)
Class (Mamalia)
Ordo (Rodentia)
Family (Hystricidae)
Genus (Hystrix)
Spesies (Hystrix javanica)
Catatan
Landak Jawa (Hystrix javanica) adalah jenis hewan pengerat dari suku Hystricidae yang merupakan hewan endemik dari Indonesia.
Ciri-Ciri:
Tubuh landak
Jawa berukuran sekitar 40-60 cm dan berat tubuh biasanya berkisar antara 5-10
kg. Tubuhnya diselimuti rambut halus (seperti rambut pada mamalia lain), rambut
peraba, dan duri. Rambut halus dan duri terdapat diseluruh bagian tubuh landak,
kecuali pada bagian hidung, mulut, daun telinga, dan telapak kaki. Fungsi
rambut halus adalah sebagai pelindung dari cuaca panas maupun dingin, mengatur
proses homeostatis, dan sebagai reseptor sensoris. Rambut peraba berwarna hitam
dan putih terdapat di bawah hidung dan di sekitar pipi landak. Rambut peraba
merupakan rambut khusus yang tubuh dari folikel hipodermis, dimana folikel
tersebut dikelilingi oleh saraf yang responsif terhadap rangsangan mekanik
seperti sentuhan atau gerakan.
Pada bagian
kepala, tubuh dan ekor ditutupi oleh duri yang tebal dan kaku yang panjangnya
dapat mencapai 20 cm. Duri tersebut berwarna kecoklatan atau kehitaman, sering
kali terdapat band putih pada duri landak yang membuatnya mudah dikenali.
Setiap duri yang ada pada tubuh landak tertanam di dalam kulit. Duri melekat
pada otot yang berfungsi sebagai penarik duri tersebut ke atas (penegang)
ketika ada ancaman yang mendekat.
Kepala
landak Jawa berbentuk kecil dengan moncong agak panjang. memiliki hidung yang
sensitif terhadap bau. Telinganya kecil dan bulat serta mata yang relatif kecil
dibandingkan ukuran tubuhnya. Kakinya pendek dan kuat, dilengkapi dengan cakar
untuk menggali tanah. Memiliki lima jari pada kaki depannya. Ekor landak Jawa
pendek dan hampir tidak mencolok. Bagian atas tubuh landak Jawa (yang ditutupi
duri) biasanya berwarna gelap seperti coklat tua atau hitam, dan bagian
perutnya berwarna lebih terang.
Landak Jawa
adalah hewan nokturnal yang aktif di malam hari dan sering ditemukan di area
hutan, ladang, atau dekat perkampungan. Mereka memakan berbagai jenis tumbuhan,
akar, dan buah-buahan.
Habitat:
Landak Jawa
memiliki habitat yang cukup beragam. Seperti hutan hujan tropis, hutan
pegunungan, dan area semi-terbuka. Spesies ini lebih suka lingkungan dengan
vegetasi yang lebat dan dekat dengan sumber air.
Habitat yang
ideal bagi landak Jawa adalah tempat dengan sedikit gangguan manusia. meskipun
mereka juga mampu beradaptasi dengan lingkungan yang dekat dengan pemukiman.
Namun, perambahan hutan dan perubahan lahan sering kali menjadi ancaman bagi
keberadaan mereka.
Peranan:
Landak Jawa
(Hystrix javanica) memiliki peranan penting dalam ekosistem dan
kehidupan manusia. Dalam ekosistem, mereka berfungsi sebagai pengendali
pertumbuhan tumbuhan dengan memakan berbagai jenis tanaman, akar, dan
buah-buahan. Selain itu, landak Jawa juga membantu proses penyebaran biji
melalui kotorannya, yang mendukung regenerasi hutan. Aktivitas menggali tanah
yang mereka lakukan membantu menggemburkan tanah, meningkatkan aerasi, dan
menjaga kesuburan ekosistem.
Sebagai
bagian dari rantai makanan, landak Jawa menjadi sumber makanan bagi predator
alami seperti harimau, macan tutul, dan burung pemangsa, meskipun duri tajam
mereka memberikan perlindungan yang efektif. Liang yang mereka gali sering
dimanfaatkan oleh hewan kecil lainnya sebagai tempat berlindung setelah
ditinggalkan.
Bagi
manusia, landak Jawa memiliki beberapa manfaat, seperti kotorannya yang dapat
digunakan sebagai pupuk alami untuk penyuburan tanah. Duri mereka juga kadang
dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan atau dekorasi, meskipun hal ini harus
dilakukan dengan bijak untuk mencegah eksploitasi. Dalam beberapa budaya lokal,
landak Jawa memiliki nilai tradisional, baik sebagai sumber makanan secara
terbatas maupun dalam praktik kepercayaan tertentu.
Persebaran:
Persebaran landak Jawa mencakup
wilayah Pulau Jawa, Lombok, Flores, Bali, dan Sulawesi.
Status Konservasi:
Status konservasi landak Jawa (Hystrix
javanica) menurut International Union for Conservation of Nature
(IUCN) adalah "Least Concern" (LC) atau risiko
rendah punah. Meskipun statusnya menunjukkan bahwa populasinya secara
global tidak berada dalam ancaman serius saat ini.
Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Landak_jawa
ROSDIANA LIDYASARI
Member