·
Ciri-ciri Morfologi
Kucing memiliki mata yang dilengkapi
selaput pelangi atau iris berbentuk celah. Uniknya, iris mata kucing mampu
menyempit dan melebar sesuai kondisi lingkungannya. Sedangkan untuk bergerak,
kucing memiliki dua pasang kaki yang terdiri dari kaki depan dan belakang.
Umumnya, kaki depan kucing dilengkapi dengan lima jari dan kaki belakang
memiliki empat jari. Sedangkan kucing yang terlahir dengan jari berjumlah 6-7
pada kaki depan ataupun kaki belakangnya disebut sebagai polidaktil.
Sementara untuk menjaga keseimbangan
tubuhnya, terutama saat melompat ataupun berlari, tubuh kucing dilengkapi
dengan ekor. Setiap jenis kucing memiliki bentuk ekor yang berbeda-beda, ada
yang pendek, panjang, mengembang, atau tidak berekor sama sekali.
Tubuh kucing terbagi menjadi dua tipe yang
cukup ekstrim, yaitu cobby dan svelte. Kucing yang memiliki tubuh dengan tipe
cobby atau pendek dan bulat biasanya berkaki pendek, bahu lebar, dan kepala
bundar seperti kucing Persia dan exotic berbulu pendek. Sedangkan untuk tipe
svelte atau bertubuh panjang dan langsing cenderung berotot, bertulang kecil,
dan kepala tirus
·
Habitat
Habitat kucing secara umum adalah di darat.
kucing liar mampu beradaptasi dengan berbagai habitat, mulai dari hutan, gurun,
hingga pegunungan. Namun, untuk kucing domestik, atau kucing yang dipelihara,
habitat kucing umumnya tinggal di wilayah tempat tinggal manusia.
·
Peranan
Keberadaan kucing liar di dalam ekosistem
sangat penting. Terutama tuntuk menjaga persistensi populasi spesies lain.
Juga, untuk kestabilan ekosistem. Hewan tersebut, bisa menjaga kesehatan
populasi satwa mangsa.
· Persebaran
(Sumber: Daffa, E. 2023)
Kucing
merupakan
satwa hasil domestikasi sejak zaman Mesir kuno. Kucing ini tadinya hanya hidup
di Mesir dan negara sekitarnya saja, tidak terdapat di Eropa dan Amerika. Satwa ini merupakan keturunan Felis sivestris (kucing
hutan Eropa) dengan Felis lybica (Kucing hutan Afrika).
Member