Karakteristik Binturong (Arctictis binturong)
a) Ciri-ciri Morfologi
Fauna dari keluarga musang ini memiliki ciri khas ekor panjang dan tubuh yang besar. Panjang tubuhnya mencapai 60 - 95 cm, serta panjang ekor mencapai 50 - 90 cm. Berat binturung antara 6 - 14 kg, bahkan bisa mencapai 20 kg. Rambut binturung panjang dan kasar dengan warna hitam kecokelatan disertai taburan uban keputih-putihan atau kemerahan. Pada ujung telinga binturong terdapat seberkas rambut yang memanjang. Ekornya berambut lebat, terutama pada bagian mendekati pangkal. Ekor ini dapat digunakan untuk berpegangan pada dahan pohon ketika sedang tidur atau bertengger supaya tidak terjatuh dari atas pohon. Selain itu, binturong memiliki organ khas yang jarang ditemui, yakni pada binturong betina memiliki pseudo-penis alias penis palsu.
Binturong memiliki keahlian dalam memanjat atau melompat dari dahan ke dahan lainnya. Ketika binturong memanjat ke pohon ia akan menggunakan cakarnya untuk mencengkeram, serta ekor yang Panjang untuk penyeimbang ketika memanjat pohon.
b) Habitat
Binturong tinggal di hutan primer dan sekunder sebagai habitatnya. Selain itu, binturong juga dapat ditemukan di Perkebunan tepi hutan. Hewan ini hidup di hutan tropis pada ketinggian 1.500 mdpl.
c) Peranan
Binturong memiliki peranan sebagai satwa mamalia yang merupakan bagian terpenting dari jaringan makanan di hutan. Satwa ini termasuk sebagai pemangsa pada tingkat menengah piramida ekologi dan berkontribusi dalam pengendalian populasi.
d) Penyebaran
Letak penyebaran Binturong tersebar di bagian wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
e) Status Konservasi
Populasi Binturong (A. binturong) cenderung mengalami penurunan, sehingga oleh IUCN Redlist binatang ini dimasukkan dalam status konservasi Vulnerable (VU; Rentan) dan terdaftar dalam (CITES) Apendiks III.
Member