Amblonyx cinerea

08 Januari 2025
User Image Gambar 08 Januari 2025
user-avatar
Taksonomi

Kingdom (Animalia)

Phylum (Chordata)

Class (Mamalia)

Ordo (Carnivora)

Family (Mustelidae )

Genus (Aonyx)

Spesies (Amblonyx cinerea)

Catatan

Catatan

Morfologi

Sero Ambrang memiliki rambut punggung berwarna cokelat, kadang terdapat warna cokelat terang atau bercak merah dengan bagian ujung rambut berwarna keabu-abuan.

Warna rambut bagian perut lebih terang,yaitu cokelat muda. Leher,dagu, dan wajah ditumbuhi rambut abu-abu putih.

SeroAmbrang mempunyai kaki yang pendek dengan selaput renang diantara jari-jarinya, namun tidak mencapai ujung jari dan pada ujung jari terdapat cakar yang pendek.

Satwa ini pandai memanjat pagar dan tebing bebatuan, tangannya digunakan untuk berpegangan. SeroAmbrang merupakan berang-berang terkecil di dunia dengan total panjang tubuh 65–75 cm.

Ekor Sero Ambrang bulat dan meruncing pada bagian ujungnya dengan panjang ekor 25–30 cm. Sero Ambrang betina mempunyai dua pasang puting susu.


Ekologi dan Habitat

Sero Ambrang bersifat nokturnal, namun juga aktif pada pagi dan senja hari (krepuskular). Satwa ini hidup berkelompok dengan satu betina alfa dan jumlah anggota koloni dapat mencapai 20 ekor.

Penelitian dalam penangkaran menunjukkan bahwa tanda-tanda estrus muncul pada umur 18 bulan yang ditandai dengan peningkatan aktivitas menggosok tubuh dan menandai wilayah (marking). Betina berhasil berkembang biak pada umur 2,1 tahun dan jantan pada umur 2,8 tahun.

Masa bunting Sero Ambrang, yaitu selama 60–64 hari dengan jumlah anak per kelahiran 2–7 ekor. Induk betina dan jantan merawat anak-anaknya bersama. Satwa ini dapat bertahan hidup sampai umur11 tahun.

Habitat utama Sero Ambrang adalah lahan basah yang digenangi air dan dikelilingi vegetasi, termasuk bentang alam dengan genangan air kurang dari 1 m. Satwa ini umumnya dijumpai di berbagai habitat,seperti rawa air tawar, sungai berkelok-kelok, hutan bakau, danau,persawahan, kolam, dan areal lahan basah lainnya.

Sero Ambrang mampu beradaptasi dengan baik terhadap habitat antropogenik (Abdullah & Rasyid, 2015).

Satwa ini suka bersarang pada lubang batu dan sarang satwa lain yang tidak digunakan lagi. 


Penyebaran

Sero ambrang memiliki distribusi geografis yang cukup luas di Asia Selatan dan Tenggara. Mereka dapat ditemukan di negara-negara seperti:

 • India: Terutama di bagian timur dan timur laut.

 • Nepal: Di beberapa wilayah dataran rendah.

 • Bhutan: Di beberapa sungai dan danau.

 • Bangladesh: Di sepanjang sungai-sungai besar.

 • Myanmar: Di wilayah selatan dan tengah.

 • Thailand: Di beberapa bagian selatan.

 • Kamboja: Terutama di daerah Mekong Delta.

 • Vietnam: Di sepanjang pantai dan sungai-sungai besar.

 • Malaysia: Di bagian selatan Semenanjung Malaysia dan Kalimantan.

 • Indonesia: Di beberapa pulau seperti Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.

 • Filipina: Di beberapa pulau.


Konservasi

Hilangnya habitat akibat berkurangnya lahan basah, meningkatnya penggunaan pestisida yang masuk ke dalam aliran air, dan penurunan populasi mangsa dapat mengancam populasi Sero Ambrang.

Satwa ini tidak dilindungi di Indonesia.

Secara global termasuk dalam kategori Vulnerable (VU) menurut The IUCN Red List of Threatened Species dan masuk dalam daftar Apendiks I CITES


Referensi :

https://www.researchgate.net/profile/Gono_Semiadi/publication/348841007_STATUS_KONSERVASI_MAMALIA_P_JAWA/links/6012b634299bf1b33e2df7de/STATUS-KONSERVASI-MAMALIA-P-JAWA.pdf

Klik untuk melihat peta